Blog Student IPB

Blog Student IPB merupakan fasilitas yang di berikan Institut Pertanian Bogor kepada Mahasiswanya. Adanya Blog Student sangat membantu Mahasiswa IPB dalam mengapresiasikan hobby dan memberikan pengetahuan pertanian pada dunia sosial.
Semoga Blog Student IPB Bermanfaat dan berguna kedepannya, amin

x Blog ini (rizalm09.student.ipb.ac.id) menjadi juara Lomba Web IPB 2012, admin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada para pengunjung Blog yang telah memberikan kritikan dan masukannya tentang blog ini serta kepada IPB yang telah memfasilitasi blog personal mahasiswa.

-Berikan Kritik dan Saran, serta Komentarmu DISINI-

Ayo tani minimalis adalah kalimat ajakan bagi semua para pembaca untuk dapat melakukan bertani secara minimalis. Apa to tani minimalis itu? Apa saja fungsi dan manfaat dari bertani minimalis? Apa kita perlu melakukannya? Sulit gak ya melakukan itu?

page minimalis 1

Nah kita akan bahas lebih mendalam mengenai ATM (Ayo Tanam Minimalis), sebagai warga negara Indonesia kita wjib mensyukuri dengan keadaan alam yang sangat bersahabat dengan kita semua. Saya ingat dengan lagu koes plus bahwa tongkat kayu diubah jadi tanaman, hal ini menandakan bahwa tanah kita tanah surga ya semuanya bisa tumbuh subur dan menghasilkan. Lalu salahkah kita tidak memanfaatkannya? Salah tidaknya tergantung saudara dalam mengartikannya, namun sia-sia saja kita dilahirkan dibumi pertiwi yang indah dan subur jika kita tidak manfaatkan untuk hal yang positif.

Ayo tani minimalis adalah kalimat mengajak saudara untuk dapat melakukan bertani secara minimalis. Susahkah? Tentu tidak, bertani minimalis adalah memanfaatkan lahan kecil atau lahan sisa bahwkan lahan tidur yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Kita semua pasti memiliki taman, pekarangan, bahkan lahan kosong yang ga terawat. Sayang kan kalo tidak dimanfaatkan. Kan bisa menjadi hiburan dan meningkatkan nutrisi bagi keluarga anda sendiri. Kita dapat memaksimalkan dengan menanami buah-buahan atau sayuran yang dapat menunjang kebutuhan keluarga sendiri. “Saya kan bukan orang pertanian, ngapain saya peduli?” Kalau peduli harus orang pertanian kah? Tidak to, semuanya akan anda dapatkan dengan sangat berguna, anda akan lebih irit dalam pengeluaran untuk membelanjakan buah dan sayur. Lahan yang berukuran 1 meter persegi oun bisa dimaksimalkan untuk bertanam sayur atau buah. Apa lagi yang lahannya lebih dari 1 meter persegi, nampaknya jika kita berkeliling di daerah pasti menemukan lahan yang tidak dimaksimalkan.

Kekayaan negeri ini seolah tak akan pernah habisnya, banyak sumberdaya alam yang melimpah. Negara yang letaknya sangat strategis dan memiliki banyak plasma nutfah. Cagar alam menjadi salah satu pendorong dalam menjaga dan melestarikan sumberdaya alam yang kita miliki.

Namun kurangnya pengawasan dan pengelolaan yang tepat kini sumberdaya yang menjadi basic kekayaan kita telah sirna, banyak bencana yang di timbulkan karena rusaknya sumberdaya alam di negeri kita. Rusaknya sumber daya akibat ulah manusia yang tidak bertanggung dan tidak mempunyai rasa memiliki pada sumber daya tersebut.

Sampai kapankah negeri ini begini? Lihatlah lingkungan sekitar kita, jika kita mau menjaga dan mengelola dengan baik akan dapat manfaatnya untuk kita dan cucu kita. Bandingkan lingkungan yang sudah dijamahi seseorang dan belum terjamahi seseorang akan berbeda. manusia adalah sumber dari rusaknya sumberdaya yang negeri ini miliki.

Tanaman Hias merupakan salah sumberdaya yang kita miliki, anggrek misalnya merupakan tanaman khas dari Indonesia yang hanya didapatkan dari pegunungan. Sumberdaya yang dapat dinikmati semua orang karena keindahan warna mahkota yang bunga berikan. Jika kita merawat dan mengelola dengan baik anggrek akan menghasilkan bungan dengan mahkota yang menawan, seakan memberikan nilai jual yang tinggi.

Banyangkan jika anak cucu kita tidak akan pernak melihat bunga anggrek yang menawan seperti gambar dibawah, seperti apa hidup nantinya kita belum tahu. Mulai sekarang marilah kita bersatu tanggap menjaga sumberdaya yang kita miliki dan melestarikan kekayaan plasma nutfah negeri ini.

Teman-teman AGH 46 (SOCRATES) mengadakan halal bihalal pada hari Minggu 1 September 2013, Halal bihalal dihadiri oleh ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB dan ketua Himagron IPB. Acara dibuka oleh Lurah AGH 46 (Luki dan Syahidah) dan Komti AGH 46 (Bambang). Acara dilaksanakan di Rumah Anggrek Leuwikopo Dramaga IPB Bogor.
Acara tersebut juga dilaksanakan penanaman harapan besar temen-temen AGH 46 yang akan dibuka 10 tahun mendatang ketika kita semua sudah memiliki jati diri dan jalan masing-masing. Dengan adanya ini diharapkan bisa menjalin tali silatuhrahmi antara temen AGH angkatan 46. Sebelum penanaman harapan-harapan tersebut kotak harapan diberikan satu persatu dengan memberikan senyuman terbaik temen terdekat, setelah semuanya memegang harapan tersebut kotak harapan dikubur didalam rumah anggrek yang disaksikan semua keluarga Socrates 46, Ketua Kadep AGH, dan Ketua Himagron 2013.
Salah satu harapan KADEP AGH (Pak Agus) adalah temen-temen AGH 46 bisa mengabdikan ilmunya untuk membangun pertanian Indonesia, sudak kewajiban kita untuk membangun Pertanian Indonesia. Dalam sabutannya beliau juga mengatakan keinginannya untuk bisa bersama lagi pada 10 tahun mendatang bersama teman-teman AGH 46 pada tahun 2023 untuk membuka harapan teman-teman AGH 46 yang sudah ditanam. Semoga harapan yang kalian tanam bisa tumbuh sesuai dengan jalan kalian dan berbuah sesuai harapan yang kalian tanam.
Senyum terindah Komti AGH 46 (Bambang) dan Lurah AGH 46 (Luki)
Penyerahan Kotak Harapan Pada Kadep AGH 2013 (Bp. Agus Purwito)
“ini merupakan sejarah baru yang tidak akan terpecahkan, harapan anak AGH 46 yang bisa membangun pertanian kedepan nanti. Selain itu juga saya ingin mengeratkan hubungan kita bersama keluarga Socrates hingga kapanpun” kata Lurah AGH 46.
Peletakan dan penanaman Kotak Harapan AGH 46
Acara berlanjut dengan pembagian JOA (Journey Of AGH) 46 dan makan-makan di laboratorium Benih (Basah). Panitia sudah mempersiapkan secara matang dalam acara tersebut. Setiap keluarga Socrates mendapatkan satu buah buku JOA dan 1 buah poster yang berisi foto-foto keluarga socrates lengkap. Acara berjalan hingga 17.30 WIB dan ditutup dengan doa.
Pemberian Buku Tahunan Kepada Bapak Kadep AGH (Bp. Agus Purwito)
Pembagian Buku Tahunan ke Temen-temen AGH 46
Semoga kita semua bisa mengabulkan harapan yang kita tanam dan kita buktikan pada teman-teman kita nanti bahwa kalian lah yang telah mencapai harapan tersebut. Sampai berjumpa lagi kawan di tahun 2023.
AGH…. FEED THE WORLD!!!
SOCRATES ….. SUKSES!!!
Foto Bareng SOCRATES 46

Padi Beras atau Ketan Nih??

Dua hal sama tapi berbeda, kenapa???

ya beras dan ketan merupakan masih satu komoditas yaitu Padi. Permasalah yang ada di Indonesia adalah kelemahan ketahanan pangan karena minimnya persediaan beras nasional. Saya ingin menceritakan pengalaman saya selama Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Subang. Subang dikenal sebagai kota lumbung padi setelah Karawang dan Indramayu. Subang memiliki lahan yang sangat luas, yaitu 84.929 hektar atau sekitar 41,39% dari total luas wilayah Kabupaten Subang.

Permasalah yang ada saat saya berada di Subang tepatnya di Desa Nanggerang, Kec. Binong, sawah yang luasnya rata-rata diatas 2 Ha petani menanam padi tipe ketan. Sangat jarang para petani menanam padi beras, kenapa?? ya di subang merupakan sentral padi, menjadi tumpuan persediaan beras di Jawa Barat, namun setelah di amatai ternyata kebanyakan para petani menanam padi tipe ketan karena harga jual padi ketan lebih mahal padi beras. Walau selisih harga hanya Rp. 200,- para petani mengharap keuntungan lebih besar dari hasil penjualannya.

Padi beras tipe Ciherang jarang di temui di Desa Nanggerang, berdasar penjelasan dari petani Desa Nanggerang varietas padi Ciherang tidak cocok untuk ditanam di Desa tersebut. Varietas padi yang ditanam di Desa Naggerang adalah padi beras var. Cidenok dan IR64. Cidenok merupakan varietas lokal yang strukturnya mirip dengan Ciherang. dan lainnya adalah padi jenis Ketan, varietas IR42 dll.

Beras ditanam hanya untuk konsumsi keluarga, berbeda dengan ketan yang mmiliki harga sangat tinggi dibanding dengan beras. Media Oke zone juga menyebutkan bahwa “Tercatat kebutuhan beras ketan dalam negeri mencapai 350 ribu ton setiap tahunnya, terdiri dari 200 ribu ton beras ketan utuh dan 150 ribu ton beras ketan pecah. Di 2012, impor beras ketan utuh baru mencapai 110 ribu ton dan beras ketan pecah mencapai 121 ribu ton.” Nah miris bukan?? ketika saya melihat di Subang kebanyakan para petani menanam Ketan tapi kenapa masih Impor ya??

Saya sempat berbincang bincang dengan salah satu petani di Desa tersebut, “Pak, apa ini ya maslah utama kita, kebanyakan para petani menanam ketan sehingga beras menjadi langka?” petani pun menjawab, ” mungkin salah satunya begitu dhe, tapi mau gimana lagi petani juga ingin makan, siapayang lebih untung itu yang petani tanam. kalau maslah makan beras para petani disini kebanyakan sudah mensisakan sebagian sawah buat di tanam beras dhe sehingga bisa mencukupi kebutuhan pangan keluarganya sendiri”.

mengingat jaman Soeharto, terjadi swasembada beras karena adanya tanam serentak, dimana semua varietas diseragamkan yaitu IR64, hampir disemua daerah wajib ditanam varietas tersebut, alhasil produksi padi meningkat disetiap daerahnya dan tercapai swasembada beras di tahun 1997.

Semoga ada program yang baik dan tepat dalam mencukupi kebutuhan pangan nasional, baik padi ketan maupun padi beras.