Metrotvnews.com, Jakarta: Beredarnya gula rafinasi di pasar tradisional maupun swalayan diduga berasal dari kelebihan impor yang tidak dipakai industri makanan dan minuman.

Hipotesa tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Soemitro Samadikoen yang juga menambahkan bahwa dengan maraknya gula rafinasi di pasar, justru membuat harga lelang gula lokal terus menurun.

Pemerintah juga diminta untuk mengaji ulang impor gula rafinasi untuk menghindari adanya peredaran ke pasar-pasar.

“Impor gula rafinasi 2,8 juta ton pada 2012, tapi kebutuhan industri hanya 2,2 juta ton. Yang 600 ribu ton ke mana? Diduga lari ke pasar sehingga menekan harga lelang gula,” kata Soemitro kepada Metrotvnews.com, Rabu (18/9).

Lelang gula tani, kata Soemitro lagi, hingga September hanya laku Rp9.400 per kilogram dari awal musim giling di Jawa yang mencapai harga Rp10.200 hingga Rp10.400.

“Padahal harga bahan bakar minyak menyebabkan biaya produksi terus meningkat, persentasenya bisa lebih dari 10%. Apalagi rendemant terkena dampak dari kemarau basah,” tutur Soemitro.

Editor: Asnawi Khaddaf

SUMBER: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/09/18/2/182342/Pemerintah-Diminta-Kaji-Ulang-Impor-Gula-Rafinasi