Banyak menanyakan tentang rumus-rumus perhitungan,
semoga bermanfaat:

Menghitung Prestasi Kerja (PK)

PK= Luas/jumlah pekerja x 7 jam/jam kerja (kalian)

Menghitung Hari Kerja (HK)

HK= 10.000/PK x 1 HK

Contoh Perhitungan Pupuk

1

2

3

4

5

6


Latihan Soal:

Pada percobaan dosis pemupukan N pada jagung ada dua dosis pemupukan (N1= 90 kg N/ha N2= 135 kgN/ha). Selain pupuk N sebagai perlakuan, perlu diberikan pupuk dasar sebanyak 75 kg P2O5 dan 60 kg K2O.ukuran petak percobaan 7.5×10 m. berapa kebutuhan pupuk:
1) Urea pada N11
2) Urea pada N2
3) SP 36
4) KCL

Diketahui
Urea (45% N). Artinya, setiap 100 kg urea terdapat 45 kg N
SP 36 (36% P2O5). Artinya setiap 100 kg SP 36 terdapat 36 kg P2O5
KCL (60% K2O). Artinya setiap 100 kg KCl terdapat 60 kg K2O

Langkah perhitungan
1) Tentukan jumlah pupuk dalam bentuk urea pada dosis N1dengan kandungan urea 45%N
Dosis N1 = 90/45*100 = 200 kg urea/ha
Selanjutnya hitung kebutuhan pupuk untuk ukuran 7.5 m x10 m
Kebutuhan urea= (7.5*10)/10 000))*200 = 1.5 kg/petak

2) Tentukan jumlah pupuk dalam bentuk urea pada dosis N2 dengan kandungan urea 45%N
Dosis N2 = 135/45*100 = 300 kg urea/ha
Selanjutnya hitung kebutuhan pupuk untuk ukuran 7.5 m x10 m
Kebutuhan urea= (7.5*10)/10 000))*300 = 2.25 kg/petak

3) SP36 = 75/36 *100 = 208.3 kg SP36/ha.
untuk petak berukuran 7.5m x 10 m dibutuhkan SP36 sebanyak = (7.5*10)/10 000))*208.3 kg = 1.56 kg

4) KCl = 60/60*100 = 100 kg KCl/ha
untuk petak berukuran 7.5m x 10 m dibutuhkan KCl sebanyak = (7.5*10)/10000))*100 kg = 0.75 kg

Pada perlakuan pupuk tunggal dan pupuk majemuk pada kacang hijau dosis pupuk tunggal yang digunakan adalah 100 kg /ha urea, 100 kg/ha SP36,dan 100 kg/ha KCl. Dosis pupuk majemuk yang digunakan (15-15-15) adalah 300 kg/ha
1) Tentukan kebutuhan masing-masing jenis pupuk untuk petakan 7.5m x 10 m
2) Kandungan hara N, K2O, P2O5 dari pupuk tunggal dan pupuk majemuk, mana yang lebih tinggi atau lebih rendah
3) Agar kandungan K2O pada pemupukan dengan pupuk majemuk sama dengan pupuk tunggal , berapa kg pupuk KCL yang harus ditambahkan pada petakan tersebut.

Jawab:

1) Kebutuhan pupuk
Urea = (7.5*10 m)/10 000 m2))*100 kg = 0.75 kg
SP36 = (7.5*10 m)/10 000m2))*100 kg = 0.75 kg
KCL = (7.5*10 m)/10 000m2))*100 kg = 0.75 kg
Pupuk majemuk = (7.5*10m)/10 000m2))*300 kg = 2.25 kg

2) Kandungan hara
N pada urea = 0.75* 4.5/100 = 0.3375 kg
P2O5 pada SP36 = 0.75 * 36/100 = 0.2700 kg
K2O pada KCl = 0.75* 60/100 = 0.4500 kg
N,P,K pada Pupuk majemuk masing-masing = 2.25*15/100 = 0.3375 kg
Jadi, kandungan N pada urea sama dengan pupuk majemuk. P2O5 pada SP 36 lebih rendah daripada pupuk majemuk, K2O pada KCl lebih tinggi daripada pupuk majemuk

3) Jumlah KCl yang harus ditambahkan pada pupuk majemuk agar memperoleh K2O yang sama dengan pupuk tunggal adalah
=(0.4500kg – 0.3375kg)*100/60 = 0.1875 kg/petak