Category: Ilmu Tanaman Perkebunan

Program elektronik petani melalui situs www.e-petani.com merupakan salah satu terobosan dari kementrian pertanian yang patut diacungi jempol. Program tersebut merupakan salah satu langkah dalam rangka menyiapkan petani masa depan yang diharapkan mampu eksis dalam era globalisasi yang menuntut arus informasi dan teknologi yang cepat dan mudah. Situs e-petani berisi konten yang sangat diperlukan oleh petani sebagai pelaku utama sekaligus pelaku usaha, konten tersebut meliputi komoditas pertanian Read More »

Budidaya Karet,
-Petunjuk Pembibitan Karet
Dowload DI SINI

Tanaman Karet

by: rizalm09.student.ipb.ac.id
TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman kelapa (Cocos nucifera. L) merupakan tanaman yang sangat berguna dalam kehidupan ekonomi pedesaan di Indonesia. Karena semua bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Seluruh bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, sehingga pohonini sering disebut pohon kehidupan (tree of life) karena hamper seluruh bagian dari pohon, akar, batang, daun, dan buahnya dapat dipergunakan untuk kebutuhan manusia sehari-hari. Dan alah satu bagian kelapa yang mempunyai banyak manfaat adalah daging buah (Palungkung, 2004).

Buah kelapa terdiri dari serabut, tempurung, daging buah dan air kelapa.Berat buah kelapa yang telah masak kira-kira 2 kg per butir. Buah kelapa dapat digunakan hamper pada seluruh bagiannya. Airnya untuk minumn segar atau dapat diproses lebih lanjut menjadi nata de coco atau kecap. Kelapa segar mengandung 30-50% minyak, bila dikeringkan menjadi kopra kadar lemaknya mencapai 63-65%. Kadar minyak sangat dipengaruhi oleh tingkat ketuaan buah, semakin tua buah semakin tinggi kadar minyaknya. Buah kelapa yang sudah tua atau matang umumnya dipanen pada umur 11–12 bulan (Rindengan et al., 1995). Oleh karena itu buah kelapa yang sesuai untuk diolah menjadi minyak kelapa murni harus berumur 12 bulan (Rindengan dan Riyanto, 2004).

Daging buah kelapa dapat diolah menjadi santan (juice extract) dengan air atau tanpa penambahan air. Adapun komposisi dari santan adalah 66% air, 28% minyak dan 6% kandungan non minyak (Suhardiyono, 1988). Santan kelapa merupakan sistem emulsi dalam air yang berwarna putih susu. Emulsi tersebut distabilkan oleh stabilizer yang berupa campuran karbohidrat dan protein dalam bentuk lapisan kuat.

Minyak kelapa merupakan bagian paling berharga dari buah kelapa. Kandungan minyak pada daging buah kelapa tua sebanyak 34,7%. Minyak kelapa digunakan sebagai bahan baku industri atau sebagai minyak goreng. Minyak kelapa dapat diekstrak dari daging kelapa segar atau diekstrak dari daging kelapa yang telah dikeringkan atau yang biasa disebut kopra (Tarwiyah, 2001).

Minyak kelapa merupakan bagian paling berharga dari buah kelapa. Kandungan minyak pada daging buah kelapa tua sebanyak 34,7%. Minyak kelapa digunakan sebagai bahan baku industri atau sebagai minyak goreng. Minyak kelapa dapat diekstrak dari daging kelapa segar atau diekstrak dari daging kelapa yang telah dikeringkan atau yang biasa disebut kopra (Tarwiyah, 2001). Untuk mendapatkan minyak kelapa secara fermentasi dapat juga dilakukan dengan enzim papain. Enzim ini merupakan enzim proteolitik yang diperoleh dari getah pepaya yang dapat mengkatalisis reaksi pemecahan, reaksi peptida pada protein dengan mengkatalisis ikatan peptidanya menghasilkan senyawa yang lebih sederhana
Kualitas minyak kelapa sangat tergantung pada stabilitas penyimpanan, pemasakan, karakteristik penggorengan, serta perangkat fisik dan nutrisinya. Hidrolisis yang terjadi dapat mengakibatkan rasa yang tidak diinginkan. Selama penggorengan terdapat lebih sedikit asam lemak teroksidasi, sehingga makanan tidak terasa lengket di lidah karena titik leleh minyak berada di bawah suhu tubuh. Kerugian penggunaan minyak kelapa untuk tujuan memasak dan menggoreng diantaranya tingginya penyerapan minyak oleh makanan (Ketaren, 1987).

Tingginya asam lemak jenuh ini menyebabkan minyak kelapa murni tahan terhadap proses ketengikan akibat oksidasi (Alamsyah, 2005). Menurut Van der Vossen dan Umail (2001) minyak kelapa murni mengandung lebih dari 95% trigliserida (trigliserol) serta beberapa jenis asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Asam lemak jenuh meliputi asam laurat, meristat, palmitat, dan stearat, sedang asam lemak tidak jenuhnya meliputi asam oleat, linoleat dan linolenat. Asam lemak jenuh yang dominan adalah asam laurat.

Minyak kelapa murni yang diperoleh melalui proses pemanasan bertahap atau pengolahan terkontrol dengan perbaikan pada cara pengolahan tradisional memiliki mutu yang lebih baik. Beberapa kriteria mutu minyak yang diperoleh melalui proses pemanasan bertahap adalah kadar asam lemak bebas (ALB) 0,02%, kadar air 0,02-0,03%, tidak berwarna (bening) dan berbau harum. Bahkan daya simpan minyaknya masih lebih baik yaitu 6-8 bulan (Alamsyah, 2005).

by: rizalm09.student.ipb.ac.id

PENDAHULUAN

Latar belakang

Tanaman kelapa merupakan tanaman yang sudah sejak lama dibudidayakan, bahkan pada tahun rezim penjajahan Belanda. Bapak Sudradjat mengatakan bahwa tanaman ini sudah dibudidayakan ejak tahun 1901 dan telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Semua bagian tanaman kelapa memiliki manfaat mulai dari akar batang, pelepah, daun,dan buah. Bagian-bagian tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia seperti sandang, pangan, papan, sampai untuk kesehatan. Pada saat rezim penjajahan Belanda produk dari tanaman kelapa belum menjadi bahan ekspor bagi Indonesia karena pada saat itu produk dari tanaman tersebut dikirim hanya kepada Negara Belanda. Read More »