Category: Tugas TPI

Program elektronik petani melalui situs www.e-petani.com merupakan salah satu terobosan dari kementrian pertanian yang patut diacungi jempol. Program tersebut merupakan salah satu langkah dalam rangka menyiapkan petani masa depan yang diharapkan mampu eksis dalam era globalisasi yang menuntut arus informasi dan teknologi yang cepat dan mudah. Situs e-petani berisi konten yang sangat diperlukan oleh petani sebagai pelaku utama sekaligus pelaku usaha, konten tersebut meliputi komoditas pertanian Read More »

Bahan dan Metode TPI

Judul :
Pengaruh Varietas dan Pemberian Beberapa Dosis Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)
Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan pemberian beberapa dosis dolomit terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L).
Hipotesis
Hipotesis yang diajukan adalah :
1 Terdapat pengaruh varietas terhadap pertumbuhan dan daya hasil kacang tanah.
2 Peningkatan dosis kapur mampu meningkatkan pertumbuhan dan daya hasil kacang tanah.
3 Terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan pemberian kapur terhadap pertumbuhan dan daya hasil kacang tanah.


BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu
Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, Dramaga, Bogor. Pada ketinggian 250 m dpl. dengan jenis tanah Latosol. Periode waktu pelaksanakan penelitian dari bulan Desember 2012 sampai Maret 2013.

Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan terdiri dari benih kacang tanah varietas Kelinci, Gajah, Kancil, Jerapah, dan Singa, pupuk kandang kambing, pupuk majemuk NPK Phonska, dolomit, kaptan, pestisida Furadan.
Alat yang digunakan terdiri dari seperangkat alat pertanian, timbangan digital dan oven pengering.

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini ada dua faktor percobaan yaitu percobaan untuk melihat pengaruh beberapa varietas dan pemberian beberapa dosis dolomit. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (split plot design) dengan dua faktor perlakuan. Petak utama yang digunakan adalah aplikasi varietas yang terdiri dari lima taraf dengan varietas yang berbeda yaitu varietas Kelinci, Gajah, Kancil, Jerapah, dan Singa. Pemberian kapur sebagai anak petak terdiri dari empat taraf yaitu dolomit atau kaptan dengan dosis 0 kg/ha, 200 kg/ha, 400 kg/ha dan 600 kg/ha. Pada percobaan ini terdapat 20 kombinasi untuk setiap percobaannya yang diulang sebanyak tiga kali, sehingga seluruhnya terdapat 60 satuan percobaan.

Model statistika untuk rancangan yang digunakan adalah:
Yijk = μ+Ui+ Pj + αij +Kk + (PK)jk + εijk
Keterangan :
Yijk = nilai pengamatan (respon) dari ulangan ke-i, varietas ke-j, dan
pengapuran ke-k
Μ = rataan umum
Ui = pengaruh ulangan ke-i, i = 1, 2, 3
Pj = pengaruh pemupukan ke-j, j = 1, 2
Αij = pengaruh galat pada ulangan ke-i dan perlakuan varietas ke-j
Kk = pengaruh dosis kapur (dolomit atau kaptan) ke-k, k = 1,2,3 (KP)
Jk = pengaruh interaksi antara perlakuan varietas ke-j dan dosis kapur ke-k
εijk = pengaruh galat percobaan dari ulangan ke-i, pemberian varietas ke-j, dan dosis kapur ke-k
Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F (analisis ragam). Jika perlakuan berpengaruh nyata, dilakukan uji lanjut dengan Uji Wilayah Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%.

Pelaksanaan Penelitian

Dua minggu sebelum tanam dilakukan pengolahan tanah. Lahan diolah sempurna sampai tanah menjadi gembur dan tidak terlalu padat. Sebelum diberi perlakuan, lahan penelitian dianalisis tanahnya dengan mengambil sampel secara acak. Lahan yang digunakan kemudian dibagi dengan masing-masing petakan berukuran 25 m2. Benih kacang tanah yang digunakan adalah varietas Kelinci, Gajah, Kancil, Jerapah, dan Singa. Benih kacang tanah ditanam dengan jarak tanam 40 x 20 cm, satu butir per lubang. Populasi per petak adalah 312 tanaman atau 125 000 tanaman/ha. Pada saat persiapan lahan juga diberikan pupuk dasar yaitu Urea 100 kg per ha, SP-36 200 kg per ha, dan KCL 100 kg per ha. Pemberian pupukorganik juga dilakukan pada saat persiapan lahan. Untuk perlakuan varietas, benih di tanam dua minggu setelah pengolahan lahan. Untuk perlakuan pemberian kapur dolomit dan kaptan diberikan sekaligus dua minggu sebelum tanam.
Pemberian pupuk dan kapur dilakukan setelah pemetakan pada lahan percobaan. Penyiangan gulma dilakukan sebanyak dua kali, yaitu saat 3 dan 8 minggu setelah tanam (MST). Pembumbunan dilakukan pada 5 MST. Panen dilakukan setelah tanaman berumur 14 MST.

Pengamatan
Pengamatan pertumbuhan tanaman dilakukan saat 6 dan 10 MST. Untuk pengamatan bunga dilakukan setiap dua hari sekali yang dimulai dari 4 sampai 10 MST. Macam pengamatannya yaitu:
1. Bobot kering batang dan daun
Bobot kering dihitung setelah batang dan daun melalui proses pengovenan dengan suhu 70oC selama tiga hari. Pengamatan dilakukan pada saat destruksi 6 dan 10 MST.
2. Indeks luas daun (ILD)
ILD = Luas daun / luas lahan yang ternaungi.
Indeks Luas Daun (ILD) adalah perbandingan antara luas daun dengan luas tanah yang dinaungi oleh daun tersebut yaitu jarak tanam dari tanaman kacang tanah 40 x 20 cm. Indeks luas daun diukur dengan metode gravimetri. Pengamatan ILD dilakukan pada 6 dan 10 MST.
3. Jumlah dan bobot kering ginofor
Pengamatan jumlah ginofor dilakukan saat tanaman sudah menghasilkan ginofor. Pengamatan dilakukan saat 6 dan 10 MST.
4. Jumlah Bunga
Pengamatan pembungaan yang meliputi umur tanaman saat muncul bunga pertama, jumlah bunga layu, dan bunga segar yang dilakukan setiap dua hari sekali pada pagi hari. Pengamatan ini dilakukan saat tanaman kacang tanah mulai berbunga, yaitu 4 sampai 10 MST.

Pengamatan peubah produksi dan produktivitas dilakukan secara ubinan. Luasan yang diambil untuk contoh yaitu 1 x 2 m2. Macam pengamatannya yaitu:
1. Bobot kering brangkasan
Pengukuran bobot kering dilakukan setelah brangkasan mengalami perlakuan pengeringan dengan oven pada suhu 70oC selama tiga hari. Berat kering brangkasan yang diamati berasal dari tanaman dalam ubinan.
2. Jumlah dan persentase polong total, penuh, setengah penuh dan cipo
Jumlah polong total = jumlah seluruh polong dari tanaman
dalam ubinan yang dipanen
Jumlah polong penuh = jumlah polong total – jumlah polong
setengah penuh dan cipo
Jumlah polong setengah penuh = jumlah polong yang berisi sebagian atau
tidak penuh
Jumlah polong cipo = jumlah polong yang hampa dan rusak
Jumlah polong yang diamati adalah rata-rata jumlah polong per tanaman.
3. Indeks panen (IP)
IP = BK polong / (BK brangkasan + BK polong) x 100%
Pengamatan indeks panen dilakukan setelah biji dioven dengan suhu 70oC selama 3 hari. Indeks panen yang diamati adalah rata-rata per tanaman.
4. Bobot kering polong total, penuh, setengah penuh dan cipo
Bobot kering polong total diamati setelah polong dioven dengan suhu 70oC selama 3 hari. Bobot polong yang diamati dalam ubinan serta ratarata per tanaman
5. Produktivitas kacang tanah
Produktivitas kacang tanah diperoleh dari hasil polong dan biji tiap ubinan. Selanjutnya nilai ini dikonversi dalam satu meter persegi serta hektar.
6. Bobot 100 butir
Biji kacang tanah dalam ubinan ditimbang bobotnya dengan jumlah 100 biji.