Category: Pertanian

Ayo tani minimalis adalah kalimat ajakan bagi semua para pembaca untuk dapat melakukan bertani secara minimalis. Apa to tani minimalis itu? Apa saja fungsi dan manfaat dari bertani minimalis? Apa kita perlu melakukannya? Sulit gak ya melakukan itu?

page minimalis 1

Nah kita akan bahas lebih mendalam mengenai ATM (Ayo Tanam Minimalis), sebagai warga negara Indonesia kita wjib mensyukuri dengan keadaan alam yang sangat bersahabat dengan kita semua. Saya ingat dengan lagu koes plus bahwa tongkat kayu diubah jadi tanaman, hal ini menandakan bahwa tanah kita tanah surga ya semuanya bisa tumbuh subur dan menghasilkan. Lalu salahkah kita tidak memanfaatkannya? Salah tidaknya tergantung saudara dalam mengartikannya, namun sia-sia saja kita dilahirkan dibumi pertiwi yang indah dan subur jika kita tidak manfaatkan untuk hal yang positif.

Ayo tani minimalis adalah kalimat mengajak saudara untuk dapat melakukan bertani secara minimalis. Susahkah? Tentu tidak, bertani minimalis adalah memanfaatkan lahan kecil atau lahan sisa bahwkan lahan tidur yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Kita semua pasti memiliki taman, pekarangan, bahkan lahan kosong yang ga terawat. Sayang kan kalo tidak dimanfaatkan. Kan bisa menjadi hiburan dan meningkatkan nutrisi bagi keluarga anda sendiri. Kita dapat memaksimalkan dengan menanami buah-buahan atau sayuran yang dapat menunjang kebutuhan keluarga sendiri. “Saya kan bukan orang pertanian, ngapain saya peduli?” Kalau peduli harus orang pertanian kah? Tidak to, semuanya akan anda dapatkan dengan sangat berguna, anda akan lebih irit dalam pengeluaran untuk membelanjakan buah dan sayur. Lahan yang berukuran 1 meter persegi oun bisa dimaksimalkan untuk bertanam sayur atau buah. Apa lagi yang lahannya lebih dari 1 meter persegi, nampaknya jika kita berkeliling di daerah pasti menemukan lahan yang tidak dimaksimalkan.

Path Cropping System to Peanut

Respon Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Sistem Tanam Alur dan Pemberian Jenis Pupuk

Growth respond and production of two varieties of peanut (Arachis hypogaea L.) to path cropping system and application of different fertilizers

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem tanam alur dan pemberian jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi dua varietas kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian dilaksanakan KP Leuwikopo IPB Dramaga, Bogor pada bulan Februari-Mei 2013. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu sistem tanam alur sebagai petak utama dan jenis pupuk sebagai anak petak. Petak utama merupakan faktor perlakuan sistem tanam terdiri dari dua taraf yaitu sistem tanam alur dan sistem tanam konvensional. Pemberian jenis pupuk sebagai anak petak yang terdiri dari tiga taraf yaitu pupuk kandang ayam, pupuk kandang ayam + kampur Dolomit, dan pupuk kandang ayam + kapur Dolomit + pupuk NPK Phonska.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem tanam alur baik pada varietas Gajah maupun Jerapah meningkatkan daya hasil pada produktivitas biji kering dan polong kering lebih baik dibandingkan sistem tanam konvensional. Hal tersebut ditunjukkan perlakuan sistem tanam alur varietas Gajah produktivitasnya mencapai 2.63 ton ha-1polong kering, dan pada varietas Jerapah mencapai 2.35 ton ha-1 polong kering. Sistem budidaya kacang tanah pada sistem tanam alur dapat meningkatkan efisiensi produksi tanaman dalam memanfaatkan unsur hara yang telah diberikan baik pupuk organik maupun anorganik, sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah menjadi lebih baik. Pemberian jenis pupuk kandang + Dolomit + NPK memberikan respon terhadap pertumbuhan dan daya hasil rata-rata tanaman yang lebih baik dibandingkan jenis pupuk lainnya.

Bilingual

This research was to determine the effect of path cropping systems and application of different fertilizers to the growth and production of two varieties of peanut (Arachis hypogaea L.). This research was conducted in KP Leuwikopo Dramaga IPB, Bogor in February-May 2013. This research was used a split plot design by treatment consists of two factors, they were cropping system as main plots and fertilize type as the subplot. The main plot factor treatment plant system consists of two levels is path cropping system and conventional cropping systems. Application of different fertilize as the subplot consisted of three levels they were organic manure of chicken, organic manure of chicken + dolomite, and organic manure of chicken + Dolomite + NPK Phonska.

The results showed that the treatment system of planted path on Gajah and Jerapah varieties was signifficant on the productivity of dry seeds and dry pods productivity better than conventional cropping systems. This shown that system of path planted treatment Gajah varieties yielding productivity 2.63 ton ha-1 dry pods, and the varieties Jerapah was yielding productivity 2.35 ton ha-1dry pods. Peanut cropping systems on path plant system can improved efficiency in the used of plant to utilize nutrients from organic and inorganic fertilizers, so that the growth and yield of groundnut for the better. Aplication of organic manure + Dolomite + NPK Phonska respond to growth and the average crop yield better than other types of fertilizers.

hjyj
Gambar: rizalm09.student.ipb.ac.id

kj
Gambar: rizalm09.student.ipb.ac.id

uiy
Gambar: rizalm09.student.ipb.ac.id

yht
Gambar: rizalm09.student.ipb.ac.id

uiy

hjyj

kj

kikl

kik

hj

kokuik

plo

yht

Bersambung…………

Kalender Tanam

kalender A3.jpg kecil

Semoga berhasil Penelitian saya, Mohon doanya ya …Amin :)