Category: Semester 5

Mana ada di departemen lain yang praktikumnya langsung ke lahan pertanian?? :)
maaf ni agak sombong dikit, karena saya bangga dengan Departemen Agronomi dan Hortikultura atau disingkat AGH. AGH adalah salah satu departemen yang ada di Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Kalau namnya saja IPB condongnya kepertanian, kalau sudah pertanian mau apa jika tidak budidaya ya AGH yang kita tuju :) .

Agh memiliki beberapa jurusan ahli diantaranya: benih, pemuliaan tanaman, budidaya/produksi, dan bioteknologi. Luar biasa bukan??:) jika anda bingung mencari SC ambilah dari AGH, buat nambah wawasan anda mengenai pertanian. Masak kuliah di IPB tidak mengerti ilmu pertanian?? APA KATA DUNIA :)

Walau di TPB sempet diajar PIP ( Pengantar Ilmu Pertanian) mana cukup ilmu pertanian jika tidak di terapkan langsung di lahan. Menurut pengalaman pertanian antara teoridan lapangan berbeda masbro, mau bukti??? Ambil SC di AGH :)

Recomended buat SC nih: Dasar-dasar Agronomi, Dasar-dasar Hortikultura (syarat Dasgron), Dasar ilmu dan Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, Ilmu Tanaman Pangan, Ekologi Tanaman, Ilmu Tanaman Perkebunan, Dan Tanaman Obat dan Aromatik. Djamin sangat bermanfaat kawan, itu sangat ngena ke Pertaniannya. Jangan ragu lagi siapkan buat KRS semester depan, buka buku panduan sarjana liahat MK di Departemen AGH cari MK yang saya sebutkan diatas :).

Ni ada beberapa dokumentasi mengenai kegiatan praktikum Mata Kuliah di Departemen AGH masbroo, monggo dilihat:

Panen Padi daat Praktikum Ilmu Tanaman Pangan (ITP)

Pembuatan Lubang Tanam untuk Penanaman Kakao pada Mata Kuliah Ilmu Tanaman Perkebunan (ITP)

Penanaman Padi di Lahan Sawah, pada MK. Ilmu Tanaman Pangan. Semua praktikan diwajibkan nyebur sawah :)

Praktikum Dasar-dasar Agronomi (Dasgron), Menanam beberapa Jenis Tanaman Pertanian

Praktikum Dasgron, Alhamduliah tumbuah tinggal perawatan dan PANEN :)

Sektor pertanian selama ini bertanggung jawab atas 14% emisi gas rumah kaca global. Jika digabung bersama sektor kehutanan, sumbangan gas rumah kaca kedua sektor tersebut bisa mencapai 33%.

Sektor pertanian yang dikelola secara berkelanjutan akan membawa banyak manfaat yaitu menjamin keamanan pangan, kelestarian alam, penyerapan karbon, menciptakan lapangan kerja dan kehidupan yang lebih layak.

Investasi di sektor pertanian menjamin keamanan gizi, keamanan pangan serta kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi emisi dan dampak negatif pemanasan global.

Semua manfaat itu bisa diraih dengan mengikuti 13 langkah berikut:

1. Mengurangi jarak antara lahan pertanian dengan konsumen. Di negara maju, produk-produk pertanian seringkali harus menempuh jarak ribuan kilometer sebelum sampai di meja makan. Dengan mengurangi jarak antara lahan pertanian dan konsumen, konsumen akan bisa menikmati produk yang lebih segar dan sehat, sekaligus mengurangi emisi karbon di perkotaan.

2. Meningkatkan dan mengelola kesuburan tanah, dengan cara mengurangi pupuk kimia dan pestisida untuk beralih ke sistem pertanian organik.

3. Memanen dan menggunakan air secara lebih efisien. Dua proses tersebut bertujuan untuk menghemat energi dan air untuk irigasi dan kebutuhan rumah tangga.

4. Mengurangi dampak negatif peternakan terhadap lingkungan. Hal ini bisa dilakukan salah satunya dengan mengolah limbah peternakan menjadi energi seperti biogas.

5. Mengembalikan fungsi predator dan penyerbuk alami, dengan menjaga habitat dan keanekaragaman hayati.

6. Menciptakan berbagai program sosial guna meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat dan petani miskin diantaranya melalui sistem jaring pengaman sosial.

7. Memerkuat pasar dan manajemen risiko pertanian. Di negara agraris, menciptakan pasar yang kuat bisa dilakukan dengan mengembangkan pasar dalam negeri dan pasar ekspor, melindungi petani dari produk-produk pertanian impor yang biasanya tidak sehat dan ramah lingkungan.

8. Memerkenalkan sistem pertanian cerdas yang ramah iklim (climate smart agriculture), dengan cara mengelola lahan dan limbah pertanian secara hijau. Misal dengan tidak membakar limbah pertanian sembarangan. Mengubah limbah pertanian menjadi energi dengan bantuan teknologi dan sistem manajemen lahan.

9. Menjaga sumber genetik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian melalui bantuan riset dan pengembangan.

10. Mencegah hilangnya produk paska panen, dengan memerbaiki sistem transportasi produk-produk pertanian.

11. Memerbaiki teknologi pemrosesan produk-produk pertanian, sehingga produk pertanian bisa lebih awet dan bernilai ekonomi.

12. Mengubah pola makan, dengan memilih bahan-bahan makanan yang ramah lingkungan (sustainable diets). Misal dengan memilih daging dan sayuran organik lokal yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi jejak karbon.

13. Mengurangi makanan dan bahan makanan yang terbuang. Banyak dapur rumah tangga dan restoran di negara maju yang masih membuang sisa-sisa bahan makanan atau makanan yang sudah jadi. Hindari membuang makanan dan bahan makanan sembarangan. Ingat, di negara miskin terutama di wilayah Afrika, masih banyak penduduk dunia yang kelaparan. Konsumsi makanan dan bahan makanan secara efektif dan efisien.

Ketigabelas langkah tersebut penting untuk menciptakan sistem pertanian yang ramah lingkungan. Ayo ciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan. Ayo kembali ke alam dengan sistem pertanian organik.

Catatan Redaksi:

–> Data-data dalam artikel ini diambil dari laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berjudul Working towards a Balanced and Inclusive Green Economy, yang diterbitkan Desember, 2011.

–> Hijauku.com

Bergulma di Semester 5

rizalm09.student.ipb.ac.id

Pengendalian gulma merupakan mata kuliah semester 5, saya alami setahun yang lalu. Mata Kuliah ini terkenal seremnya, baik dosen, tugas, maupun asprak. :) Awal masuk disambut dengan pengertian gulma, manurut saya gulma hanya rumput, dan ternyata gulma adalah semua tanaman pengganggu atau tanaman yang tumbuhnya tidak dikehendaki (setan dunk?). Asik juga mempelajari gulma, walau kebanyakan gulma tanaman yang merugikan ternyata masih ada tanaman gulma yang menguntungkan. Bagai dunia ini ada orang baik dan ada orang jahat. luar biasa….:)

Praktikum ini luar biasa butuh tenaga, hehe>:) kalau biasanya kita menanam tanaman itu dibersihkan gulmanya ini tidak mas bro, semuanya dibiarkan. Kebetulan saya perlakuan penganan gulma 12 MST jadi sawah saya seperti lahan mati,haha. tapi inilah GULMA memperlajari ilmu tanaman SETAN. Pengamatan dengan memberi kotak ukuran 50cm x 50cm, menentukan gulma dominan yang terdapat pada daerah tersebut.

tugas, nah ini dia bebunyutan darisegalanya. Sebelum ujian Akhir Semester diberikan tugas membuat herbarium. Herbarium adalah pengawetan tanaman yang dibingkaidan digunakan sebagai studi kasus (ngarang). Kebetulan saya mendapat tanaman yang agak langka, namanya Euphorbia prunifolia. Tanaman ini memiliki kerabat sayang sangat dekat banyak sekali, jika dilihat dari bunganya ada 6 macam tanaman seperti ini, dan yang mencirikan berbeda dengan yang lain adalah daunnya. Dua bulan penuh mencari gulma ini tidak dapat-dapat, di cikabayan, leuwikopo, sawah baru, kampus, dan sekitar kosan tapi nihil hasilnya. Setelah seminggu ada pencerahan dari teman di depan kosannya ada, saya mengambilnya dan ternyata tidak daun terlalu lebar.

Mencaridan mencari, minggu pagi jam 06.00 saya berniat untuk mecari tanaman itu, dapat masukan juga bahwa tanaman ini berada di beakang Green House Biologi, kesana sudah hampir 2 hari gak ketemu dan saat itu juga, alhamdulilah menemukan juga. Luar biasa perjuangan MK ini, hingga segitunya,haha (nyesel). Membuat herbarium tidaklah selit, butuh waktu, caranya adalah berikan alkohol di dalam air sesuai dengan dosis, celupkan tanaman tersebut, angin-anginkan hingga kering, dan taruh antara buku dan jemur di terik matahari (jangan sampai basah karena dapat memunculkan cendawan atau jamur), pengeringan tidak boleh menggunakan Oven takut daun terlalu kering dan akan pecah nantinya.

Pertumbuhan Padi Sawah

Pratikum dilakukan pada lahan sawah dengan berbagai perlakuan dan ulangan. Dalam percobaan kali ini rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Acak Lengkap (RKLT) dengan perlakuan pemupukan diulang sebanyak 4 kali. Pratikum kali ini terdiri dari 5 perlakuan antara lain: P1, P2, P3, P4, dan P5. Setiap perlakuannya mempunyai penerapan yang berbeda-beda. Misal seperti pada pelakuan satu (P1) menggunakan pupuk 400 kg NPK/ha, perlakuan (P2) 280 kg NPK /ha dan ditambah dengan pupuk kandang 10 ton/ha yang dibenamkan saat pengolahan tanah, perlakuan (P3) menggunakan 280 kg urea/ha dan ditambah dengan pupuk organik padat sebanyak 5 kuintal/ha, pada perlakuan (P4) menggunakan 280 kg urea/ha ditambah dengan pupuk cair hayati dan pupuk organik padat 5 kuintal/ha, dan yang terakhir perlakuan (P5) adalah menggunakan pupuk kandang 10 ton/ha yang dibenamkan saat pengolahan tanah dan ditambah dengan pupuk cair hayati.
Read More »