kikl
Pengen sharing tentang kacang,
kacang??? kacang lagi kacang lagi…
memang gak ada habisnya tentang komoditas tersebut.

Kacang tanah menjadi tanaman pangan terpenting ke tiga setelah padi dan kedelai lho… tau ngga sebelumnya? komoditas ini memang gak sesering yang kita lihat seperti padi namun banyak masyarakat di Indonesia yang memanfaatkan sebagai bahan campuran makanan seperti pecel sayur, gado-gado, rempeyek kacang, bahan baku industri seperti kacang dua kelinci, garudafood, dll, serta banyak digunakan sebagai bahan pakan ternak. Pada bahan ternak kebanyakan menggunakan limbah atau kulit serta kacang yang rusak. Bahkan yang trend sekarang kulit kacang tanah dapat digunakan sebagai media tanam, karena mengandung ca yang cukup untuk tanaman.

Otomatis dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang kian tahun kian bertambah akan mempengaruhi permintahan bahan pangan termasuk kacang tanah, padahal produksi kacang tanah di Indonesia masih sangat rendah bahkan belum dapat mencukupi kebutuhan kacang tanah nasional. Pengen tahu produksi kacang tanah Indonesia?? menurut data BPS produksi kacang tanah Indonesia pada tahun 2012 sebesar 705.063 ton sedangkan kebutuhan kacang tanah nasional tahun 2012 sebesar 831.877 ton, lha terus kurangane piye? ya impor leh leh… betul negara harus mengimpor kacang tanah dari negara lain sebesar 125.636 ton cukup besar bukan? hitung aja dan rupiahin berapa duit yang harus diberikan ke petani negara lain.

Ada yang tahu bahwa sejak tahun 1979 Indonesia sudah impor kacang tanah dari negara lain? Dan itu berlaku hingga tahun ini (2013), negara kita masih ketergantungan dengan negara lain. Padahal data dari FAO Indonesia menempati 7 produsen kacang tanah terbesar di dunia, namun masih belum mencukupi kebutuhan nasional sehingga harus impor dari negara yang produsennya lebih rendah dari Indonesia seperti India, vietnam, dll.

Ngomong rendahnya produksi kacang tanah salah satunya ya produktivitas kacang tanah yang diguanakan di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain seperti Cina, USA, Argentina, Brasil yang sudah mencapai diatas 2 ton/ha sedangkan Indonesia masih sekitar 1,26 ton/ha. Perbedaan yang masih sangat jauh, namun ada kelebihan ya itu umur panen yang ditanam di Indonesia masih tergolong genjah dibanding kacang tanah dari negara lain.

Bersambung…..

Mata Kuliah Kanobi

Materi Ubi Kayu dan Ubi Jalar, bisa di download di sisni:
1. Klik <a href="UBI KAYU 2012“>Ubi Kayu
2. Klik <a href="UBI JALAR 2012“>Ubi Jalar

Semoga bermanfaat selamat UTS :)

Praktikum TEKBUD

Banyak menanyakan tentang rumus-rumus perhitungan,
semoga bermanfaat:

Menghitung Prestasi Kerja (PK)

PK= Luas/jumlah pekerja x 7 jam/jam kerja (kalian)

Menghitung Hari Kerja (HK)

HK= 10.000/PK x 1 HK

Contoh Perhitungan Pupuk

1

2

3

4

5

6


Latihan Soal:

Pada percobaan dosis pemupukan N pada jagung ada dua dosis pemupukan (N1= 90 kg N/ha N2= 135 kgN/ha). Selain pupuk N sebagai perlakuan, perlu diberikan pupuk dasar sebanyak 75 kg P2O5 dan 60 kg K2O.ukuran petak percobaan 7.5×10 m. berapa kebutuhan pupuk:
1) Urea pada N11
2) Urea pada N2
3) SP 36
4) KCL

Diketahui
Urea (45% N). Artinya, setiap 100 kg urea terdapat 45 kg N
SP 36 (36% P2O5). Artinya setiap 100 kg SP 36 terdapat 36 kg P2O5
KCL (60% K2O). Artinya setiap 100 kg KCl terdapat 60 kg K2O

Langkah perhitungan
1) Tentukan jumlah pupuk dalam bentuk urea pada dosis N1dengan kandungan urea 45%N
Dosis N1 = 90/45*100 = 200 kg urea/ha
Selanjutnya hitung kebutuhan pupuk untuk ukuran 7.5 m x10 m
Kebutuhan urea= (7.5*10)/10 000))*200 = 1.5 kg/petak

2) Tentukan jumlah pupuk dalam bentuk urea pada dosis N2 dengan kandungan urea 45%N
Dosis N2 = 135/45*100 = 300 kg urea/ha
Selanjutnya hitung kebutuhan pupuk untuk ukuran 7.5 m x10 m
Kebutuhan urea= (7.5*10)/10 000))*300 = 2.25 kg/petak

3) SP36 = 75/36 *100 = 208.3 kg SP36/ha.
untuk petak berukuran 7.5m x 10 m dibutuhkan SP36 sebanyak = (7.5*10)/10 000))*208.3 kg = 1.56 kg

4) KCl = 60/60*100 = 100 kg KCl/ha
untuk petak berukuran 7.5m x 10 m dibutuhkan KCl sebanyak = (7.5*10)/10000))*100 kg = 0.75 kg

Pada perlakuan pupuk tunggal dan pupuk majemuk pada kacang hijau dosis pupuk tunggal yang digunakan adalah 100 kg /ha urea, 100 kg/ha SP36,dan 100 kg/ha KCl. Dosis pupuk majemuk yang digunakan (15-15-15) adalah 300 kg/ha
1) Tentukan kebutuhan masing-masing jenis pupuk untuk petakan 7.5m x 10 m
2) Kandungan hara N, K2O, P2O5 dari pupuk tunggal dan pupuk majemuk, mana yang lebih tinggi atau lebih rendah
3) Agar kandungan K2O pada pemupukan dengan pupuk majemuk sama dengan pupuk tunggal , berapa kg pupuk KCL yang harus ditambahkan pada petakan tersebut.

Jawab:

1) Kebutuhan pupuk
Urea = (7.5*10 m)/10 000 m2))*100 kg = 0.75 kg
SP36 = (7.5*10 m)/10 000m2))*100 kg = 0.75 kg
KCL = (7.5*10 m)/10 000m2))*100 kg = 0.75 kg
Pupuk majemuk = (7.5*10m)/10 000m2))*300 kg = 2.25 kg

2) Kandungan hara
N pada urea = 0.75* 4.5/100 = 0.3375 kg
P2O5 pada SP36 = 0.75 * 36/100 = 0.2700 kg
K2O pada KCl = 0.75* 60/100 = 0.4500 kg
N,P,K pada Pupuk majemuk masing-masing = 2.25*15/100 = 0.3375 kg
Jadi, kandungan N pada urea sama dengan pupuk majemuk. P2O5 pada SP 36 lebih rendah daripada pupuk majemuk, K2O pada KCl lebih tinggi daripada pupuk majemuk

3) Jumlah KCl yang harus ditambahkan pada pupuk majemuk agar memperoleh K2O yang sama dengan pupuk tunggal adalah
=(0.4500kg – 0.3375kg)*100/60 = 0.1875 kg/petak

Dimana Kacang Tanah Kita?

Semalam saya iseng cari-cari artikel tentang kacang tanah, dan kini keadaanya sangat memprihatinkan. Bagai mana nasib negara ini? apa harus impor lagi, kelihatannya impor sekarang sudah tidak menjadi habatan negara kita bahkan sudah menjadi kebutuhan negara kita. Kebijakan yang kurang tepat di pihak petani, membuat para petani enggan menanam komoditas tersebut.

Menurunnya produksi kacang tanah di Indonesia diakibatkan susahnya persediaan benih unggul yang dibutuhkan para petani, misalnya saja di Bandung yang dimuat berita online Bisnis.com, menyatakan bahwa “Komoditas kacang tanah di Jawa Barat terancam akan punah karena minimnya petani yang menanam komoditas tersebut. Hal ini disebabkan karena sulitnya benih dan rendahnya keuntungan yang didapat”. Pemerintah harus bertindak cepat dalam mengatasi hal ini, jangan sampai kacang tanah menjadi makanan langka di Indonesia. Banyaknya industri dan kebutuhan pangan akan kacang tanah di Indonesia, permintaan kacang tanah semakin besar. Hal ini tak sebanding dengan produksi yang diperoleh dalam negeri.

Selain dari persediaan benih kacang tanah, kendala lainnya adalah rendah ya harga kacang tanah, harga kacang tanah tidak sebanding dengan budidaya kacang tanah, sehingga para petani mengalami kerugian. Menurutnya petani, total biaya produksi untuk 1 ha mencapai Rp10 juta dengan kisaran produksi sebesar 455 ton selama musim panen tiga bulan. “Pendapatan petani dari musim panen hanya Rp16 juta dari total produksi tersebut, sementara dalam 1 ha lahan tanam dikelola sedikitnya empat petani, jadi rata-rata petani mendapatkan penghasilan Rp1,5 juta, belum dipotong lainya, itu sangat jauh dari penghasilan petani padi,” ujarnya.

Pada tahun ini pemerintah impor kacang tanah dari Cina dan India sebesar 92 ribu ton kacang tanah, seolah sudah menjadi langganan Indonesia negara Cina dan India ini dalam menyediakan kacang tanah di Indonesia. kenapa musti impor, begeri ini sudah kebanjirang barang impor. Petanilah yang selalu dirugikan, banyaknya barang impor di Indonesia sangat merugikan para petani. Harga yang dijual dipasaran tidak sesuai dengan harga petani, disinlah para petani menanggung semua kerugiannya. Kebijakan besaran impor yang kurang tepat di rasa menjadi masalah penting, seharusnya kurang 10% kebutuhan kacang tanah, pemerintah harus impor 10%, sehingga hanya dapat menutupi kekurangan saja tanpa merugikan harga tetapan petani, bukan di lebihkan yang dapat memberi dampak turunya harga tetapan petani.

Kacang tanah harus mendapat perhatian penting, kini tanaman pangan sudah memasuki masa kritisnya, kedelai yang harus impor, padi yang harus impor, dan kacang tanah yang harus impor, terus di negara kita ada apa saja ya??? ironis negeri ini, kurangnya perhatian pemerintah kebutuhan pangan kita menjadi kendala uatam dalam negeri ini. Kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional harus dapat di tingkatkan, prioritaskan para petani tanaman pangan dan terus mengembangkan penelitian tentang tanaman pangan di Indonesia.