Tag Archive: bunga

Kekayaan negeri ini seolah tak akan pernah habisnya, banyak sumberdaya alam yang melimpah. Negara yang letaknya sangat strategis dan memiliki banyak plasma nutfah. Cagar alam menjadi salah satu pendorong dalam menjaga dan melestarikan sumberdaya alam yang kita miliki.

Namun kurangnya pengawasan dan pengelolaan yang tepat kini sumberdaya yang menjadi basic kekayaan kita telah sirna, banyak bencana yang di timbulkan karena rusaknya sumberdaya alam di negeri kita. Rusaknya sumber daya akibat ulah manusia yang tidak bertanggung dan tidak mempunyai rasa memiliki pada sumber daya tersebut.

Sampai kapankah negeri ini begini? Lihatlah lingkungan sekitar kita, jika kita mau menjaga dan mengelola dengan baik akan dapat manfaatnya untuk kita dan cucu kita. Bandingkan lingkungan yang sudah dijamahi seseorang dan belum terjamahi seseorang akan berbeda. manusia adalah sumber dari rusaknya sumberdaya yang negeri ini miliki.

Tanaman Hias merupakan salah sumberdaya yang kita miliki, anggrek misalnya merupakan tanaman khas dari Indonesia yang hanya didapatkan dari pegunungan. Sumberdaya yang dapat dinikmati semua orang karena keindahan warna mahkota yang bunga berikan. Jika kita merawat dan mengelola dengan baik anggrek akan menghasilkan bungan dengan mahkota yang menawan, seakan memberikan nilai jual yang tinggi.

Banyangkan jika anak cucu kita tidak akan pernak melihat bunga anggrek yang menawan seperti gambar dibawah, seperti apa hidup nantinya kita belum tahu. Mulai sekarang marilah kita bersatu tanggap menjaga sumberdaya yang kita miliki dan melestarikan kekayaan plasma nutfah negeri ini.

Tanaman hias terbagi menjadi beberapa jenis:

1. Bunga Potong: tidak mensuplai nutrisi dari induknya, dan kesegarannya tergantung penanganan pascapanen
Contoh bunga potong: mawar, anggrek, krisan
2. Daun Potong: beraneka ragam,mulai dari variegata, tekstur, bentuk
3. Tanaman hias pot:
– Tanaman hias pot berbunga: Krisantemum, Poinsettia (bunga Natal dimana daun akan berubah warna karena
perlakuan hari pendek, tergantuk genetik), Kastuba/Euphorbia pucerlia, Salvia, Begonia, Pentas lanceolate,
Petunia impatiens (pacar air), Bougenvilla, Adenium, Aeschyanthus pulcherima (Bunga lipstik), Anthurium,
Amarilis, Geranium (Pelargonium), Kalanchoe (Cocor bebek), Gloxinia dan Gerbera (bisa dijadilkan bunga
potong karena tangkai bunga panjang dan daya tahannya lama). Dianthus barbatus, Earcopillus,
Violces/Saintpaulia (vegetatif dengan stek daun)
– Tanaman hias pot daun (Aglaonema, Codiaeum/Puring, Dieffenbachia/Damken), batang, akar
Tanaman hias pot: indoor (suhu kamar dan membutuhkan kelembaban), atau outdoor (suplai cahaya matahari)
4. Tanaman landscape (pohon, semak, rumput, tanaman bedengan)

Kualitas penting dan sangat menentukan harga jual.

FAKTOR PRA PANEN BUNGA POTONG:

1. Genetik tanaman
– Vaselife (masa kesegaran bunga potong/fase dimana 50%bagian dari bunga sudah layu), tergantung spesies, vaselife diwariskan.
– Anthurium dan Anggrek memiliki vaselife lebih lama dibandingkan mawar dan anyelir

2. Cahaya : mengatur fisiologi, pigmen, dll. Intensitas cahaya harus tinggi.

3. Suhu: Suhu rendah dapat menurunkan kualitas dan vaselife pada pasca panen karena mempercepat penurunan cadangan makanan.

4. Kelembaban: dapat mendorong perkembangan patogen. Bunga yang rusak menyerap air dengan cepat dan kandungan etilen banyak.
Kelembaban rendah dapat mempertahankan polutan yang terbawa air sehingga mudah terserap melalui kutikula/stomata
Penyimpanan bunga potong RH 90-95%

5. Nutrisi/hara mineral, contoh: Rasio NPK menentukan terjadi atau tidaknya inisiasi bunga

6. Irigasi: Stress air baik kelebihan atau kekurangan akan mengakibatkkan daya tahan bunga potong menurun, peningkatan laju transpirasi dibanding laju absorbsi.

7. Musim

8. CO2: Peningkatan CO2 dapat meningkatkan fiksasi, laju fotosintesis, pertumbuhan bunga, mempersingkat wakt produksi, hasil dan kualitas tinggi.
Kedelai merespon pada titik kompensasi (tanaman C3), sedangkan jagung tidak merespon terhadap pengkayaan CO2 (tanaman C4).
Krisan, Begonia (700-900 ppm). Mawar, Tuli, Anyelir (1000-1500 ppm).

9. Penggunaan bahan kimia: ZPT seperti BA, IAA, GA3, Retardan, Giberelin.
Retardan: Memendekkan ruas batang, menghambat biosintesis Giberelin, Meningkatkan lignin dan memperlambat laju transpirasi.
Giberelin: Memanjangkan ruas.
Bahan kimia atau ZPT berpengaruh terhadap produksi, kualitas hasil dan pascapanen bunga potong.

10. Kerapatan tanaman

11. Prunning

12. Stadia Panen: Stadia panen optimal, vaselife maksimal.
Panen saat kuncup bunga atau masih etrlalu muda, bunga bisa gagal mekar.

Waktu panen yang tepat tergantung tipe tanaman dan iklim. Panen ketika suhu agak dingin atau rendah, karena suhu tinggi meningkatkan laju respirasi dan kehilangan air berlebihan pada jaringan tanaman, sehingga sebaiknya panen pada pagi hari (Mawar, Krisan, Gerbera) dan sore hari. Pagi hari turgiditas sel meningkat dan air tidak menguap banyak.

Metode Panen: Intensif, padat modal, dan padat tenaga kerja pada buga potong. Alat tepat dan batang tidak tergores, kadang ada yang dengan sistem pencabutan.
Memperhatikan pemotongan dari pohon induk, misal pada Mawar ditinggalkan 2 daun terbawah pada cabang produksi bunga.

Bunga Tropik: Mawar, Helieonia, Comprangan, Anthurium (suhu bunga induksi 0-5)

Yang Mempengaruhi Kelayuan:
1. Transpirasi,
2. Respirasi
3. Etilen,
4. Mikroba

FAKTOR PASCAPANEN BUNGA POTONG

1. Suhu
Suhu tinggi mempercepat bunga mekar dan senesen
Suhu rendah menekan laju rspirasi, kehilangan air rendah, produksi etilen dan pertumbuhan mikroorganisme juga rendah.
Suhu optimal bunga tropik setelah panen 8-15 °C. Suhu yang lebih rendah akan mengakibatkan diskolorasi, deteriorasi/bunga gagal mekar.
Suhu penyimpanan bunga tropik 0-2 °C

2. Cahaya
Cahaya tidak mempengaruhi masa simpan, kecuali Aistromeria.
Pertumbuhan ke arah cahaya matahari/Fototropisme: Gladiol, Snapdragon.
500-1000 klx untuk krisan selama penyimpanan.
Radiasi UV membuat petal Mawar menghitam

3. Kelembaban
Kelembaban rendah mempercepat kehilangan air, bunga layu jika kehilangan 10-15% berat segarnya. Tetapi kelembaban yang sangat tinggi juga dapat meningkatkan perkembangan mikroorganisme.
Kelembaban optimum 90-95%.
Paling bagus jika suhu rendah dan kelembaban tinggi.

4. Kualitas Air

5. Embolisme
Embolisme adalah hambatan penyerapan air melalui xilem dalam tangkai bunga karena ada gelembung udara dalam pembuluh xilem.
Cara mengurangi embolisme:
– Memotong tangkai dari bawah sekitar 1 inchi dalam air hangat
– Menggunakan larutan dehidrasi dengan pH rendah (kemasaman tinggi), pH 3-4, bisa dengan asam sitrat, asam salisilat, asam asetat/cuka.

6. Etilen: hormon berbentuk gas, mempercepat senesen/penuaan.
Kondisi udara normal, etilen 0.003-0.005 μL/L
Sumber etilen: Tanaman sendiri, mikroorganisme, gas vulkanik, By product dari industri, mesin-mesin.

Sensitif etilen: Anyelir, Euphorbia, Iris, Lily, Anggrek, Petunia, dll.

Cara menurunkan produksi etilen:

– Melindungi bunga dari serangan OPT
– Mencegah polinasi oleh serangga
– Pemanenan pada stadia yang optimum
– Pendinginan bunga segera setelah panen
– Sanitasi Green House dan ruang penanganan pascapanen
– Menghindari penyimpanan bersamaan dengan buah
– Eliminasi sumber mesin
– Ventilasi udara harus baik

7. Bahan Pengawet
Kandungan: Kerbohidrat, Asam Organik(menurunkan pH sehingga embolisme tidak terjadi), Germisida (antimikroba: Sodium hipoklorit), Inhibitor etilen.

Gula: Sumber energi, menjaga struktur dan fungsi mitokondria, memperbaiki keseimbanagn air dengan mengatur transpirasi, dan meningkatkan pengambilan air.
Yang biasa digunakan: Sukrosa, konsentrasi bervariasi bisa sampai 30%.

Mikroba pada larutan vas: Bakteri, Ragi, Molds.
Efek: Menyumbat xilem, menghasilkan senyawa toksin dan etilen.

Jenis germisida diantaranya silver nitrat, thiobendazole, alumunium sulfat, 8-hydroxyquinoline sulfat
Komposisi pengawet: Sitokinin, Retardan.

TAHAPAN PANEN DAN PASCAPANEN BUNGA POTONG

1. Pemanenan (cutting)
2. Pengumpulan hasil panen
3. Pengangkutan ke ruang Pascapanen
4. Trimming : membuang bagian yang tidak perlu
5. Selection/sortir: pemisahan yang baik dan yang cacat/rusak
6. Grading/pengkelasan: Mengelompokkan hasil sortiran
7. Packaging/ pengemasan : Memudahkan penanganan, meberi penampilan, dan melindungi produk
8. Pulsing : Pemberian nutrisi tertentu sebelum dijual
9. Packing : Pengepakan
10. Storage (Penyimpanan)
11. Transportation

Jepretan Dasar Nikon D5100

DSC_0341Pengambilan di Kebun Cikabayan

Capture

DSC_0114DSC_0410DSC_0174DSC_0111DSC_0088DSC_0089