Tag Archive: Ketahanan Pangan

Dimana Kacang Tanah Kita?

Semalam saya iseng cari-cari artikel tentang kacang tanah, dan kini keadaanya sangat memprihatinkan. Bagai mana nasib negara ini? apa harus impor lagi, kelihatannya impor sekarang sudah tidak menjadi habatan negara kita bahkan sudah menjadi kebutuhan negara kita. Kebijakan yang kurang tepat di pihak petani, membuat para petani enggan menanam komoditas tersebut.

Menurunnya produksi kacang tanah di Indonesia diakibatkan susahnya persediaan benih unggul yang dibutuhkan para petani, misalnya saja di Bandung yang dimuat berita online Bisnis.com, menyatakan bahwa “Komoditas kacang tanah di Jawa Barat terancam akan punah karena minimnya petani yang menanam komoditas tersebut. Hal ini disebabkan karena sulitnya benih dan rendahnya keuntungan yang didapat”. Pemerintah harus bertindak cepat dalam mengatasi hal ini, jangan sampai kacang tanah menjadi makanan langka di Indonesia. Banyaknya industri dan kebutuhan pangan akan kacang tanah di Indonesia, permintaan kacang tanah semakin besar. Hal ini tak sebanding dengan produksi yang diperoleh dalam negeri.

Selain dari persediaan benih kacang tanah, kendala lainnya adalah rendah ya harga kacang tanah, harga kacang tanah tidak sebanding dengan budidaya kacang tanah, sehingga para petani mengalami kerugian. Menurutnya petani, total biaya produksi untuk 1 ha mencapai Rp10 juta dengan kisaran produksi sebesar 455 ton selama musim panen tiga bulan. “Pendapatan petani dari musim panen hanya Rp16 juta dari total produksi tersebut, sementara dalam 1 ha lahan tanam dikelola sedikitnya empat petani, jadi rata-rata petani mendapatkan penghasilan Rp1,5 juta, belum dipotong lainya, itu sangat jauh dari penghasilan petani padi,” ujarnya.

Pada tahun ini pemerintah impor kacang tanah dari Cina dan India sebesar 92 ribu ton kacang tanah, seolah sudah menjadi langganan Indonesia negara Cina dan India ini dalam menyediakan kacang tanah di Indonesia. kenapa musti impor, begeri ini sudah kebanjirang barang impor. Petanilah yang selalu dirugikan, banyaknya barang impor di Indonesia sangat merugikan para petani. Harga yang dijual dipasaran tidak sesuai dengan harga petani, disinlah para petani menanggung semua kerugiannya. Kebijakan besaran impor yang kurang tepat di rasa menjadi masalah penting, seharusnya kurang 10% kebutuhan kacang tanah, pemerintah harus impor 10%, sehingga hanya dapat menutupi kekurangan saja tanpa merugikan harga tetapan petani, bukan di lebihkan yang dapat memberi dampak turunya harga tetapan petani.

Kacang tanah harus mendapat perhatian penting, kini tanaman pangan sudah memasuki masa kritisnya, kedelai yang harus impor, padi yang harus impor, dan kacang tanah yang harus impor, terus di negara kita ada apa saja ya??? ironis negeri ini, kurangnya perhatian pemerintah kebutuhan pangan kita menjadi kendala uatam dalam negeri ini. Kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional harus dapat di tingkatkan, prioritaskan para petani tanaman pangan dan terus mengembangkan penelitian tentang tanaman pangan di Indonesia.

Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian pendidikan dan kebudayaan merupakan pemberian penghargaan kepada putra-putri bangsa yang telah berhasil mengembangkan inovasi dalam bidang industry, produk/teknologi, ilmu pengetahuan dan industry kreatif. Pemberian penghargaan ini dilakukan melalui seleksi yang cukup ketat dari 115 usulan yang masuk yang datang dari kalangan dosen, peneliti, maupun masyarakat luas yang telah berhasik mengembangkan inovasi dalam bidang industri, produk/teknologi, ilmu pengetahuan, maupun industry kreatif.

Program ini bertujuan mendorong terciptanya budaya pada masyarakat dalam menghasilkan dan menghargai karya intelektual; mendorong tumbuhnya budaya kreatif dan inovatif yang berkontribusi positif bagi peningkatan kehidupan masyarakat; membantu menyosialisasikan hasil-hasil inovasi agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas; serta meningkatkan kesadaran akan perlindungan atas hak kekayaan intelektual. Anugerah ini dibagi ke dalam 4 kategori yaitu (1) Teknologi yang menghasilkan paten (2) Varietas tanaman yang hasilnya telah didaftarkan dan dapat menunjukkan tingkat aplikasi yang bermakna (3) Ilmu pengetahuan yang menghasilkan karya yang diakui di tingkat internasional dan nasional berupa hak cipta, serta (4) Industri Kreatif yang pemenangnya berhasil menunjukkan karya bernilai ekonomi yang tinggi.

Dr. Muhammad Syukur, SP, MSi adalah salah satu pemenang Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa kategori Varietas Tanaman. Dr. Syukur merupakan staf pengajar bagian Pemuliaan Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB. Beliau meraih penghargaan AKIL atas prestasinya sebagai peneliti cabai yang menciptakan varietas-varietas unggul seperti Cabai IPB CH3 dan Pesona IPB. Jumlah varietas yang telah didapat sertifikatnya dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) dan/atau telah dilepas oleh Menteri Pertanian adalah 18 varietas. Cabai IPB CH3 dan Pesona IPB diluncurkan oleh Rektor IPB dan Menteri Pertanian pada Oktober 2010. Keunggulan cabai IPB CH3 adalah produktivitas tinggi , umur panen lebih cepat, kepedasan tinggi (2-3 kali kepedasan cabai biasa) sehingga cocok untuk industry saos.

Pesona IPB mempunyai keunggulan produktivitas tinggi ukuran buah panjang, kepdasan tinggi (hamper 10 kali kepedasan cabai biasa) dan dirakit menggunakan sumberdaya genetic local. IPB CH3 masuk dalam 103 Inovasi Indonesia tahun 2011 dengan judul “IPB CH3: Merah, Besar, Pedas, Berkualitas”, sedangkan Pesona IPB masuk dalam 104 Inovasi Indonesia tahun 2012 dengan judul “Cabai Pesona IPB: Panjang, Pedas nan Mempesona”. Benih IPB CH3 dan Pesona IPB diperbanyak dan dikomersialkan oleh Darmaga Seed IPB. Varietas ini telah dipublikasikan di berbagai media cetak dan online diantaranya Majalah Trubus, Majalah Agroobserver, Tabloid Agrina, Tabloid Peluang Usaha, Koran Jakarta dan Kompas.com. Dr.Syukur telah menulis 4 buku, yaitu Teknik Pemuliaan Tanaman (Penebar Swadaya, Sitogenetika (IPB Press), Perakitan dan Produksi Benih Hibrida (Agronomi dan Hortikultura IPB) dan Sukses Panen Cabai Tiap Hari (Penebar Swadaya).

Semoga sukses selalu buat Dr. Muhammad Syukur, SP, MSi. terus berkarya dan mengembangkan dunia pertanian Indonesia pada komoditas Cabai.
Sukses terus pak… Amin

Sumber: http://faperta.ipb.ac.id