Category: Cabai Merah

Keluh-kesah Cabai Nasional

Menanggapi masalah inflasi cabe dua bulan yang lalu,

Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari cabai sebagai penambah nafsu makan. Tak hanya masakan padang yang menggunakan cabe dalam jumlah besar. Hampir diseluruh Indonesia masakannya selalu menyertakan cabe untuk membuat sambal atau pelengkap bumbu masakan. Di Bogor lingkungan kampus IPB mahasiswa makan gorengan dengan cabe rawit, tidak lengkap jika tidak ada rasa pedas dimulut.

Krisis cabe di Indonesia tidak hanya di tahun 2010 tapi pada tahun 2005, 2006, dan 2008 terjadi juga inflasi cabe. Banyak faktor yang menyebabkan semua ini, diataranya faktor cuaca yang sekarang kurang mendukung dalam bidang pertanian. Dimana bulan yang seharuanya hujan terjadi kemarau, dan sebaliknya. Dengan cuaca yang tidak menentu menyebabkan banyak penyakit menyerang tumbuhan, diantaranya penyakit yang popular untuk cabe adalah penyakit kuning (gemini virus), penyakit ini disebabkan oleh virus. Penyakit tidak ditularkan melalui biji, tetapi dapat menular melalui penyambungan dan melalui serangga vektor kutu kebul.

Jika terjadi infeksi pada tanaman lahan tidak dapat di tanam selama 2-3 bulan, hal inilah yang memnyebabkan kelangkaan cabe di bulan kemarin. Banyak didaerah Indonesa yang terkena virus Gemini ini. Dengan langkanya cabe dan permintaan terus meningkat akan terjadi inflasi yang sangat signifikan di tahun 2010 ini untuk cabe, hingga mencapai Rp 100.000,00 per kilonya.

Banyak solusi yang bisa diterapkan pada masalah ini kecuali dengan impor cabe, diantaranya:

Pertama, dengan memperkuat ketersediaan bahan pangan contohnya cabe dalam masalah ini. Menyinpan bahan cabe ketika ketersediaan cabe membludak, sehingga jika terjadi kelangkaan semua akan teratasi. Tentunya mengatur skala dalam penyimpanannya juga, seperti cabe bukan barang yang tahan lama, sehingga kita bisa membuat spekulasi ketika cuaca di Indonesia kurang membaik.

Kedua, menggunakan bibit yang cocok dan tahan terhadap perubahan iklim. Bibit yang berada di pasaran belum tentu cocok untuk di budidayakan di seluruh tempat di Indonesia, lagi-lagi faktor uaca yang tidak merata. Dengan adanya pemeliharaan khusus pada tanaman, maka tanaman akan berproduksi normal.

Ketiga, menyarankan pada masyarakat untuk bisa menanam komoditas sayuran dan buah baik di pekarangan maupun di ladang. Ini cara yang cocok buat antisipasi, dengan setiap keluarga memiliki ketersediaan bahan sayuran dan buah di pekarangan akan bisa membantu para petani Indonesia dalam mengatasi masalah ini, selain bisa menambah pengetahuan dan tanggap terhadap pertanian masyarakat juga bisa lebih hemat dalam membelajankan uangnya buat beli sayur dan buah.

Dengan kesadaran kita pada kebutuhan pokok yang semakin langka maka semua akan teratasi. Disinilah peran pemulia tanaman juga dibutuhkan dalam menyeleksi untuk membuat varietas yang unggul, cocok dengan suhu dan lingkungan di Indonesia.

Sumber: Rizal Mahdi K

Program elektronik petani melalui situs www.e-petani.com merupakan salah satu terobosan dari kementrian pertanian yang patut diacungi jempol. Program tersebut merupakan salah satu langkah dalam rangka menyiapkan petani masa depan yang diharapkan mampu eksis dalam era globalisasi yang menuntut arus informasi dan teknologi yang cepat dan mudah. Situs e-petani berisi konten yang sangat diperlukan oleh petani sebagai pelaku utama sekaligus pelaku usaha, konten tersebut meliputi komoditas pertanian Read More »

A. PENDAHULUAN
Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6. Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll.
PT. Natural Nusantara ( NASA ) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.
Read More »