Category: Hortikultura

Ayo tani minimalis adalah kalimat ajakan bagi semua para pembaca untuk dapat melakukan bertani secara minimalis. Apa to tani minimalis itu? Apa saja fungsi dan manfaat dari bertani minimalis? Apa kita perlu melakukannya? Sulit gak ya melakukan itu?

page minimalis 1

Nah kita akan bahas lebih mendalam mengenai ATM (Ayo Tanam Minimalis), sebagai warga negara Indonesia kita wjib mensyukuri dengan keadaan alam yang sangat bersahabat dengan kita semua. Saya ingat dengan lagu koes plus bahwa tongkat kayu diubah jadi tanaman, hal ini menandakan bahwa tanah kita tanah surga ya semuanya bisa tumbuh subur dan menghasilkan. Lalu salahkah kita tidak memanfaatkannya? Salah tidaknya tergantung saudara dalam mengartikannya, namun sia-sia saja kita dilahirkan dibumi pertiwi yang indah dan subur jika kita tidak manfaatkan untuk hal yang positif.

Ayo tani minimalis adalah kalimat mengajak saudara untuk dapat melakukan bertani secara minimalis. Susahkah? Tentu tidak, bertani minimalis adalah memanfaatkan lahan kecil atau lahan sisa bahwkan lahan tidur yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Kita semua pasti memiliki taman, pekarangan, bahkan lahan kosong yang ga terawat. Sayang kan kalo tidak dimanfaatkan. Kan bisa menjadi hiburan dan meningkatkan nutrisi bagi keluarga anda sendiri. Kita dapat memaksimalkan dengan menanami buah-buahan atau sayuran yang dapat menunjang kebutuhan keluarga sendiri. “Saya kan bukan orang pertanian, ngapain saya peduli?” Kalau peduli harus orang pertanian kah? Tidak to, semuanya akan anda dapatkan dengan sangat berguna, anda akan lebih irit dalam pengeluaran untuk membelanjakan buah dan sayur. Lahan yang berukuran 1 meter persegi oun bisa dimaksimalkan untuk bertanam sayur atau buah. Apa lagi yang lahannya lebih dari 1 meter persegi, nampaknya jika kita berkeliling di daerah pasti menemukan lahan yang tidak dimaksimalkan.

Kemunculan mangga namdokmai, chokanan, irwin, dan haden
memang memberikan daya tarik tersendiri bagi para penggemar buah mangga
di Indonesia. Berkat penampilan dan rasanya yang unik, para penggemar
mangga di Indonesia tidak segan-segan untuk mencicipi keempat jenis
mangga tersebut. Tak heran, bila keempat jenis mangga tersebut dijuluki
sebagai 4 mangga top.
  Apa itu Mangga Top?
Mangga top merupakan mangga-mangga yang
diintroduksi dari luar negeri, seperti Thailand, Australia, India,
Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa. Berbagai jenis mangga top
sebenarnya sudah mulai diintroduksi di Indonesia sejak 42 tahun silam. 
Namun, hanya beberapa jenis mangga introduksi saja yang mampu tumbuh
dan berkembang dengan baik di Indonesia. Mangga namdokmai, chokanan,
irwin, dan haden adalah jenis-jenis yang berhasil diintroduksi di
Indonesia.
Kata “Top” sendiri merujuk pada keunggulan yang dimiliki
oleh jenis-jenis mangga tersebut. Keempat jenis mangga top tersebut
menyuguhkan berbagai keunggulan yang berbeda dibandingkan dengan
jenis-jenis mangga lokal lainnya. Mulai dari warna buah yang menarik,
rasa dan aroma yang khas, bentuk buah yang beragam, hingga sosok tanaman
yang kompak.

Mangga namdokmai

Mangga namdokmai merupakan salah satu jenis mangga yang
diintroduksi dari Thailand. Bentuk buahnya memanjang dengan ujung
runcing dan berwarna kuning kehijauan. Sebaiknya mangga ini dikonsumsi
pada tingkat kematangan 80%. Jika terlalu matang, daging buahnya menjadi
agak berair. Namun, sebagian orang justru menyukai kondisi tersebut
karena menimbulkan sensasi rasa yang semakin segar.

 Mangga namdokmai tergolong jenis mangga yang mudah berbuah dan lebat
buahnya. Bahkan, tanaman yang masih kecil pun sudah bisa menampilkan
buah. Biasanya tanaman sudah bisa menghasilkan buah pada umur 1,5 tahun
sejak tanam dari bibit ukuran 50 cm.

Mangga chokanan

Sama seperti mangga namdokmai, mangga chokanan juga
diintroduksi dari Thailand. Mangga chokanan merupakan mangga favorit
untuk dimakan sebagai mangga hijau karena rasanya yang tidak asam.
Justru akan terasa sangat manis bila dikonsumsi pada kondisi yang
terlalu matang. Bentuk buahnya lonjong asimetris dengan ujung buah yang
meruncing, lekukan dangkal, dan kadang berparuh. Buah yang masih muda
berwarna hijau muda, sedangkan buah yang sudah tua (matang) berwarna
kuning merata.
 Mangga chokanan merupakan varietas yang paling mudah
berbuah (genjah). Karakternya yang genjah dan sangat mudah dibuahkan
membuat mangga chokanan dijuluki sebagai miracle manggo. Hanya
dengan mengandalkan campuran media tanam serta penyinaran yang cukup,
Tabulampot mangga chokanan sudah mampu menghasilkan buah. Hal lain yang
disukai dari mangga chokanan adalah cenderung mudah dan cepat berbuah,
baik saat musim kemarau maupun musim hujan. Sifatnya yang relatif tahan
terhadap serangan penggerek batang, juga membuat mangga chokanan semakin
diminati untuk dibudidayakan, baik untuk ditanam di lahan/kebun maupun
dalam pot.

Mangga irwin

Mangga irwin merupakan jenis yang diintroduksi dari
Australia. Jenis mangga ini menyuguhkan sensasi rasa yang cenderung
berbeda dibandingkan dengan mangga lokal Indonesia. Tekstur daging
buahnya padat, agak berair, berserat cukup halus, dan mengandung sedikit
tepung. Rasanya pun manis  bercampur asam dengan aroma buah yang khas
mirip kweni.
 Mangga ini memiliki tampilan yang menarik, terutama
buahnya. Buah yang masih muda mempunyai warna ungu pada pangkal buah dan
hijau pada ujung buah. Sementara buah yang sudah matang (tua) berwarna
merah pada pangkalnya dan kuning pada ujung buah. Buahnya berbentuk
bulat lonjong dan beratnya 200—500 g/buah.
 Mangga irwin cenderung memerlukan sinar matahari yang
penuh. Jika tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, warna ungu pada
pangkal buah saat masih muda dan warna merah pada pangkal buah saat
matang tidak akan muncul. Dengan demikian, penampilan buah menjadi tidak
menarik. Untuk itu, perlu dilakukan pengurangan percabangan-percabangan
agar sinar matahari dapat masuk ke dalam tajuk tanaman.
Mangga haden
Mangga haden merupakan jenis mangga yang diintroduksi
dari Amerika Serikat. Mangga haden memiliki kualitas buah unggul  dengan
warna kulit buah yang menarik serta rasa yang khas dan cenderung
berbeda dengan jenis mangga lokal Indonesia.
 Mangga haden mempunyai kemiripan penampilan dengan
mangga irwin. Bedanya, mangga haden mempunyai bentuk buah yang membulat
dan kemunculan warna ungu pada pangkal buah tidak dimulai sejak ukuran
buah masih kecil, melainkan setelah buah berukuran lebih besar dari
jeruk siam. Agar warna ungunya muncul, tanaman juga memerlukan sinar
matahari yang cukup. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengurangan
percabangan-percabangan sehingga sinar matahari dapat masuk ke dalam
tajuk tanaman. (Sonny)

Sumber: Panebarswadaya

Program elektronik petani melalui situs www.e-petani.com merupakan salah satu terobosan dari kementrian pertanian yang patut diacungi jempol. Program tersebut merupakan salah satu langkah dalam rangka menyiapkan petani masa depan yang diharapkan mampu eksis dalam era globalisasi yang menuntut arus informasi dan teknologi yang cepat dan mudah. Situs e-petani berisi konten yang sangat diperlukan oleh petani sebagai pelaku utama sekaligus pelaku usaha, konten tersebut meliputi komoditas pertanian Read More »

JAKARTA – Kinerja ekspor benih sayur Indonesia ternyata
lebih tinggi ketimbang impor. Nilai ekspor benih sayur pada 2010
sebesar US$ 22 juta sedangkan impor hanya US$ 4,7 juta.

Nilai
ekspor benih sayur berpeluang untuk terus meningkat karena permintaan di
Tiongkok yang makin tinggi. Tahun ini, pemerintah menargetkan ekspor
benih sayur tumbuh 3-4%.

“Peluang benih sayur sangat besar.
Indonesia yang terletak di garis katulistiwa memiliki beragam jenis
sayur,” ujar Dirjen Hor tikultura Kementerian Pertanian Hasanudin
Ibrahim di sela workshop perbenihan di Jakarta, Kamis (6/1). Read More »