Category: Rembang

Bogor, 29/1 (ANTARA) – Institut Pertanian Bogor mengadakan “roadshow” ke sekolah-sekolah di Kabupaten Rembang, Blora, dan Pati, Jawa Tengah, guna menyosialisasikan perguruan tinggi ilmu pertanian tropika terbesar Asia Tenggara itu kepada calon mahasiswa.

“Kegiatan sosialisasi dikemas dalam bentuk `IPB Fair 2013`, yang diinisasi oleh Himpunan Keluarga Mahasiswa Rembang di Bogor,” kata staf Humas IPB Waluyo Suprihartono yang menghubungi ANTARA dari Rembang, Selasa malam.

Ia menjelaskan sosialisasi dipusatkan di Gedung Bale Kartini, yang diikuti 20 sekolah perwakilan dari Kabupaten Rembang, Blora, dan Pati.

“Peserta yang datang sebanyak 177 pelajar, dari 35 guru dari tiga daerah di kawasan pantai utara (pantura) Jateng itu,” katanya.

Acara “IPB Fair 2013” dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rembang Haji Abdul Hafid mewakili bupati.

Abdul Hafid berharap IPB bisa memberikan sumbangan pemikiran untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Rembang.

“Rembang mempunyai lahan pertanian yang luas. Namun saat ini lahan pertanian perlahan-lahan terus berkurang karena adanya alih fungsi,” katanya.

Menurut dia, para petani setempat menjual tanahnya kepada orang lain yang biasanya untuk dibangun rumah tinggal dan industri.

Akibatnya, kata dia, terjadi pengurangan lahan produktif milik petani itu.

Panitia kegiatan tersebut Hadi Munarko yang juga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB Angkatan 48 yang alumni SMAN 1 Rembang itu menyampaikan kegembiraannya atas terselenggaranya acara itu.

“Walaupun persiapannya mepet, tetapi alhamdulillah pelaksanaanya berjalan lancar,” katanya.

Ia mengatakan bahwa mahasiswa IPB berasal dari Rembang yang terlibat dalam kepanitiaan berjumlah 146 orang berasal dari semua angkatan.

Pelajar kelas 12 IPA 1 SMAN 1 Jepon, Kabupaten Blora, Jateng, Arif Widaryanto, mengaku datang ke acara tersebut karena ingin mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang IPB.

“Dan saya berharap bisa masuk IPB karena ingin pintar dan bisa meneruskan usaha pertanian orang tua,” katanya.

Acara yang diawali pembacaan ayat suci Al Quran itu, juga dimeriahkan tarian tradisional “Gambyong” dan dilanjutkan dengan tarian kolosal yang menggambarkan bendera sembilan fakultas di IPB, serta satu bendera Merah Putih.

Selain itu, juga ada berbagai permainan yang kemudian acara puncak berupa penyampaian materi oleh narasumber, yakni Dr Ir Sutrisno, MSc, dosen Departemen Teknologi Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Kegiatan ditutup dengan hiburan nyanyian lagu oleh mahasiswi IPB.

sumber: anatar news

Potensi Sumber Daya Lahan

Salah satu pertimbangan dalam merencanakan pengembangan komoditas pertanian adalah dengan melihat kondisi lahan dan penggunaannya. Untuk melihat gambaran lahan dan penggunaannya berikut disajikan tabel berikut :

Penggunaan Lahan Sawah di Kabupaten Rembang Tahun 2011

Read More »

Bentuk Perisai
artinya
ketahanan terhadap rongrongan dan serangan musuh
Padi dan Kapas
menggambarkan kesuburan
daerah,jumlah bulir padi 17 dan 8 kapas mencerminkan hari proklamasi
kemerdekaan Republik Indonesia

Gunungan Garam berwarna
Putih

menggambarkan ciri khas produk daerah
Bunga Melati
melambangkan wanita Indonesia dan
ibu RA Kartini
Bintang Berwarna Kuning bersudut Lima
melambangkan
ketaatan beragama dan keagungan Tuhan
Langit berwarna Biru
menggambarkan
ketenangan,kedamaian dan kerukunan seluruh masyarakat
Pepohonan berwana Hijau
melambangkan adanya
wilayah hutan jati
Kapal Layar
melambangkan jiwa bahari sebagian
masyarakat Rembang sebagai warisan leluhur
Sangkar berbentuk Lingkaran Putih
nunjukan
teriknya matahari dan indahnya bulan purnama yang menunjukan betapa
tabah dan beraninya nelayan – nelayan dengan tanpa kenal bahaya berjuang
siang dan malam mengarungi samudra.
Laut berwarna Hitam Pekat
melambangkan jiwa yang
terang
Dua Garis Putih membelah Laut
mencerminkan
dahsyatnya gelombang laut tiada putus – putusnya.

Program elektronik petani melalui situs www.e-petani.com merupakan salah satu terobosan dari kementrian pertanian yang patut diacungi jempol. Program tersebut merupakan salah satu langkah dalam rangka menyiapkan petani masa depan yang diharapkan mampu eksis dalam era globalisasi yang menuntut arus informasi dan teknologi yang cepat dan mudah. Situs e-petani berisi konten yang sangat diperlukan oleh petani sebagai pelaku utama sekaligus pelaku usaha, konten tersebut meliputi komoditas pertanian Read More »